Sabtu, 23 Oktober 2010

Surat Cinta untuk Rasululloh SAW.

Oleh Ditha Ismira Intania di 20.47

Assalmualaikum Wr. Wb
Ya Rosullulloh…
Aku rindu padamu.
Aku ingin bertemu denganmu.
Aku mencintaimu sebagai suri tauladan.
Aku mencintaimu sebagai Rosulku.
Aku mencintaimu sebagai pemimpinku.
Pemimpin yang bijaksana.
Pemimpin yang sabar.
Pemimpin yang peduli terhadap umat-umatmu.
Pemimpin hingga akhir zaman.
Pemimpin yang tangguh.
Pemimpin yang selalu berjihad di jalan Alloh.
Pemimpin yang tak mengenal kata lelah.
Pemimpin yang kuat.
Izinkan aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku ya Rasullulloh.
Keikhlasanmu begitu indah dalam hidupmu.
Ya Rasullulloh…
Izinkan aku menulis surat cinta ini untukmu dengan imanku yang begitu belum sempurna sepertimu. Ingin rasanya Engkau menoleh dan tersungging senyum di bibirmu untukku. Rasanya aku hamba Alloh satu-satunya yang sangat bahagia ketika itu. Ingin rasanya Engkau membaca surat ini. Walaupun tidak mungkin hal itu terjadi namun aku akan terus berjuang demi tersampainya surat ini padamu.
Rasanya mata ini tak dapat menahan bendungan air mata untuk menulis surat cinta ini kepadamu ya Rasullulloh. Hati ini bergetar hebat ketika hendak menulis namamu. Mata ini terpejamkan oleh hangatnya  perjuanganmu. Hatipun ikut menangis ketika mengingatmu ya Rasullulloh. Terlalu banyak kata yang ingin aku lontarkan kepadamu hingga terasa sulit aku menuliskannya.
Ya Rasullulloh hidupmu begitu penuh dengan kesabaran yang tiada bandingannya. Ingin sekali aku meniru segala kebaikanmu. Meniru semua sifatmu. Meniru semua gerak-gerik dirimu.
Segala tingkah laku semua muslim yang ada di muka bumi ini berlandaskan atas tingkah lakumu ya Rasullulloh. Itu menunjukkan bahwa betapa mulianya dirimu. Engkau lelaki yang sangat tangguh dengan keimananmu yang begitu sempurna kepada Yang Maha Kuasa. Engkau selalu berani berjihad di jalan-Nya. Tiada kata takut bagimu ya Rasullulloh.
Musuh yang selalu mencibirmu, meludahimu, melemparkan kotoran kepadamu ketika engkau hendak keluar rumah, engkau hadapi mereka dengan sabar serta kebijaksanaanmu. Bahkan ketika musuh itu jatuh sakit, engkau orang yang pertama menengoknya. Subhannalloh… Aku sangat bangga padamu ya Rasullulloh.
Bila boleh aku berandai-andai ingin sekali aku merasakan kelembutan hatimu. Ingin sekali aku hidup pada zamanmu.
Ya Rasullulloh.
Tidak habis ku tulis kata sabar dan bijaksana untukmu.
Ya Rasullulloh…
Tak kuasa aku menahan rasa ingin bertemu denganmu.
Berbagi cerita denganmu.
Berbagi kasih denganmu.
Ya Rasullulloh…
Sulit sekali di zaman sekarang menemui lelaki sepertimu yang berperang demi kebenaran.
Ingin sekali berteriak dengan menyebut namamu ya Rasullulloh. Berteriak dan berteriak demi pertemuan denganmu yang sangat aku dambakan. Dan aku ingin sekali mengetahuimu secara utuh.
Ya rasullulloh…
Rindu ini hanya untuk Alloh serta hanya untukmu wahai kekasih Alloh.
Betapa bahagianya dirimu yang telah dipertemukan dengan Raja seluruh alam ini. Aku menginginkan akan menyusulmu ke surga-Nya. Dengan berbekal semua syafaatmu. Aku akan berjuang demi pertemuanku denganmu dan dengan-Nya.
Ya Rasullulloh…
Apabila inginnya pertemuanku denganmu tidak terwujud. Tidak apa-apa. Karena aku melihat kondisiku yang belum seutuhnya memenuhi syariat-syariatmu maka aku belum pantas menemuimu di surga-Nya. Namun izinkan aku bertemu denganmu di dalam mimpiku. Izinkan aku berbincang-bincang denganmu di dalam mimpi itu. Biarlah pertemuan itu singkat namun bermakna bagiku.
Ya Rasullulloh…
Ingin sekali Engkau membelaku saat datangnya azab yang menimpaku. Engkau memohon kepada Alloh agar aku dibebaskan dari jeratan azab-Nya. Engkau berbicara pada-Nya bahwa Engkau mencintaiku sebagai umatmu. Aku akan sangat bahagia dan terharu ketika itu. Dan akan sangat berterima kasih kepadamu wahai Rasul Allah.
Aku memohon maaf atas syafaat-syafaatmu yang belum aku kerjakan. Mohon maaf atas kurangnya renunganku untukmu sedangkan Engkau mati-matian berjuang membela yang hak dan menghancurkan yang bathil. Akhir kata dalam surat ini, “Aku sangat merindukanmu.”
Wassalamualaikum Wr. Wb

Tasikmalaya, 19 Ramadhan 1431 H


                                                                                                                  Umatmu yang merindukanmu

(Ditha)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Exemplary Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review